Borobudur Marathon 2017

Ini hasil proses yang tidak instan. Bagaimana kami harus bernegosisasi, menyusun strategi komunikasi, memperhatikan setiap detail, bahkan sampai memastikan suhu air, hingga kami harus menjajal langsung seluruh rute Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang ditentukan,” tandas Budiman. Tidak hanya itu, pihaknya juga belajar dari berbagai penyelenggaraan maraton serupa di berbagai daerah dan negara. Tidak terkecuali belajar dari event yang terburuk sekalipun agar Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 bisa berlangsung lebih baik. Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 sekaligus menjadi basis riset yang luar biasa, yang ke depan bisa dibaca oleh masyarakat seperti riset terkait pertumbuhan ekonomi masyarakat Borobudur selama penyelenggaraan event ini.

Budiman tidak memungkiri, ada banyak kendala yang harus dihadapi penyelenggara sebelum hari pelaksanaan, seperti adanya konflik kecil ketika berhadapan dengan birokrasi dan kepentingan lainnya. Akan tetapi, hal itu bisa dikompromikan dengan baik sehingga bisa diselesaikan dan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 bisa berjalan lancar. “Kami juga sempat stres, karena H-2 Borobudur hujan lebat, race basah. Tapi bersyukur Sabtu kering, Minggu dikasih hujan tapi justru membuat nyaman pelari,” tuturnya. Pada perlombaan maraton ini, peserta dibagi menjadi tiga kategori pilihan, yaitu 10 kilometer, half marathon (21K) dan full marathon (42K). Sebanyak 8.754 peserta hadir dan ikut bertanding dalam Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017. Selain dari Indonesia, peserta berasal dari 26 negara di dunia.

Meski hujan, tapi tidak mengurangi semangat serta antusiasme peserta untuk menyelesaikan lomba Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 hingga garis akhir di Taman Lumbini, Candi Borobudur. Pada penyelenggaraan kali ini, peserta Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 melewati rute yang unik karena disuguhi pemandangan indah, melintasi pedesaan yang memungkinkan peserta untuk menyapa warga sekitar, hingga titik-titik pemandangan menarik untuk menjadi latar berswafoto. Tidak berhenti di situ, sepanjang rute lari pun mendapat dukungan penuh dari warga setempat yang menyajikan berbagai kesenian daerah khas. Lebih dari 15 desa yang dilewati pelari Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 berpartisipasi dalam rangkaian ini.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Rahadi Widayanto, menuturkan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 menjadi momentum perusahaan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini untuk berpatisipasi mendukung keberadaan aset daerah berupa Candi Borobudur ini. Menurutnya, penyelenggaanBank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 untuk ke-5 kalinya ini sekaligus menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan dan tanggung jawab terhadap lingkungannya. “Kerja yang baik, persiapan yang matang, akan menghasilkan hal yang luar biasa. Tahun depan kami harapkan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 akan lebih baik lagi,” tandasnya.

 


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 Usai, Terima Kasih Borobudur…”, https://regional.kompas.com/read/2017/11/19/20133431/bank-jateng-borobudur-marathon-2017-usai-terima-kasih-borobudur